Kembali membudayakan dongeng sunda karya leluhur, mungkin gak pernah kamu tahu!!

Dongeng biasa kita dengar, baca bahkan ada yang di filmkan dalam sebuah tayangan entah manusia atau animasi kartun.

Dengar kata dongeng pasti mengingatkan kita pada masa kecil dulu, orang tua kita entah ayah atau ibu membacakan dongeng untuk kita yang biasanya dibacakan dari sebuah buku dongeng sebelum kita tidur, tapi tak sedikit ada pula yang hafal diluar kepala dan mengarangnya sendiri.

Banyak sekali judul dongeng atau cerita khususnya di tiap daerah di Indonesia, entah itu fiksi, karangan bahkan kejadian nyata sekalipun.

 Tentang legenda suatu daerah misalnya seperti tangkuban perahu, legenda roro jongrang dan bandung bondowoso, adapula cerita tokoh masyarakat seperti malin kundang, ken arok & ken dedes atau bahkan karangan fiksi seperti cerita binatang cerdas contohnya si kancil dan buaya serta masih banyak lagi.karena setiap daerah pasti memiliki cerita yang beraneka ragam.

Dari kisah edukasi yang mendidik, hikmah dibalik dongeng, bahkan hanya rekayasa karangan orang tua saja yang bisa menghibur dengan kelucuan.

Maklum zaman dahulu teknologi di negara kita belum sepesat saat ini, maka hiburan yang paling murah meriah adalah mendengarkan dongeng dari orang tua kita seperti kisah pewayangan di tanah sunda itu paling digemari dan setia menonton hingga larut malam.

Tak hanya saat kita akan tidur saja, orang tua dulu sering menceritakan dongeng-dongeng seru bahkan disiang hari sekalipun, saat anak-anak sedang ramai bermain dan berkumpul hanya untuk mendengarkan pendongeng bercerita.

Meskipun hingga saat ini dongeng atau cerita masih sebagian orang suka entah lewat membaca buku atau mendengarkannya via radio yang hingga kini ternyata ditelusuri masih ada, contohnya stasiun radio di Bandung masih ada radio yang mengisi acaranya dengan sebuah acara dongeng berbahasa sunda. Walau mungkin pendengarnya bukan anak-anak lagi melainkan anak-anak zaman dulu yang kini tumbuh jadi tua hhe 😀 tapi saya yakin tak hanya yang tua pasti masih banyak yang muda sebagai pendengar setia.

Mungkin dongeng yang kita kenal sudah sering kita dengar dengan judu-judul familiar bahkan sudah ada yang hafal alur ceritanya diluar kepala.

Namun khusus artikel ini saya tulis bertujuan untuk mengabadikan dongeng yang berbeda dengan dongeng yang sering kita dengar biasanya, ini hasil karya siapa saya pun tidak tahu, pendongeng pun tidak tahu, dia bilang turun temurun dari leluhur keluarganya yang sampai pada beliau. Dan kini saatnya dia menurunkannya kepada saya, namun apa daya jika saya tidak memiliki bakat untuk menjadi pendongeng handal, karena mendongeng butuh keahlian dari segi tata bahasa dan tata cara penyampaian, pasti gak kan seru kalau tidak bisa karena chemistrinya gakkan dapet, mungkin begitu kata sutradara bilang hhe 😀

Maka dari itu saya coba abadikan dengan manfaatkan teknologi yang ada di zaman sekarang, saya terinspirasi untuk merekam dongeng-dongeng sunda tersebut lewat audio visual walau hanya rekaman suara dan wajah si pendongeng saja 😀 dan tak lupa saya selipkan text bahasa Indonesia yang bertujuan agar selain pendengar atau penonton dari luar suku sunda yang penasaran ingin mengetahui dongengnya bisa terbantu dengan membaca text, meskipun lebih mudah dimengerti isi ceritanya jika mengerti bahasa sunda lebih dapet gregetnya hhe 😀

Ada pelajaran yang bisa diambil atau istilahnya edukasi bagi pendengar, meski tak sedikit ada kata-kata jorok mohon dimaklum orang tua zaman dulu kan gitu hhe 😀 tapi tenang setiap judul saya saring dengan penandaan khusus dewasa jika tidak ada bebas untuk Semua umur termasuk anak-anak.

Dongeng yang mencakup keseharian, kisah binatang dalam versi sunda dan kisah fiktif hasil rekayasa orang tua dulu yang cukup menghibur dan ada kelucuannya.

Berikut video dongeng sunda versi text Indonesia dengan berbagai judul bisa di tonton dan dengarkan di playlist dongeng secara auto play ke video berikutnya dan yang paling baru :

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s